Rabu, 12 Desember 2018

IMPLEMENTASI OOP KE DALAM BAHASA PEMPROGRAMAN

Pengertian OOP
OOP (Object Oriented Programming) adalah suatu metode pemrograman yang berorientasi kepada objek. Tujuan dari OOP diciptakan adalah untuk mempermudah pengembangan program dengan cara mengikuti model yang telah ada di kehidupan sehari-hari. Jadi setiap bagian dari suatu permasalahan adalah objek, nah objek itu sendiri merupakan gabungan dari beberapa objek yang lebih kecil lagi. Saya ambil contoh Pesawat, Pesawat adalah sebuah objek. Pesawat itu sendiri terbentuk dari beberapa objek yang lebih kecil lagi seperti mesin, roda, baling-baling, kursi, dll. Pesawat sebagai objek yang terbentuk dari objek-objek yang lebih kecil saling berhubungan, berinteraksi, berkomunikasi dan saling mengirim pesan kepada objek-objek yang lainnya. Begitu juga dengan program, sebuah objek yang besar dibentuk dari beberapa objek yang lebih kecil, objek-objek itu saling berkomunikasi, dan saling berkirim pesan kepada objek yang lain.
Karakteristik OOP
• Encapsulation
– Mekanisme menyembunyikan suatu proses dalam system untuk menghindari interferensi dan menyederhanakan penggunaan sistem itu sendiri. Contoh: Tombol on/off pengaturan suhu pada AC.
– Enkapsulasi berarti membungkus class dan menjaga apa apa saja yang ada di dalam class tersebut, baik method ataupun atribut, agar tidak dapat diakses oleh class lainnya. Oleh karena itu, terdapat level akses class yang terdiri dari Public, Protected, dan Private.
– Enkapsulasi data dapat dilakukan dengan cara :
• mendeklarasikan instance variable sebagai private
• mendeklarasikan method yang sifatnya public untuk mengakses variable tersebut
Contoh Encapsulation
• Class Mahasiswa

• Inheritance (Pewarisan)
– Suatu class dapat mewariskan atribut dan method kepada class lain (subclass) serta membentuk
class hierarchy.
– Dalam pemrograman java, penerapan inheritance ditandai dengan keyword extends.

Contoh Inheritance (Pewarisan)
• Class Sepeda Gunung mewarisi class Sepeda


• Class Sepeda

• Polymorphism
   – Suatu objek dapat memiliki berbagai bentuk.
   – Implementasi konsep polymorphism:
      • Overloading : Penggunaan satu nama untuk beberapa method yang berbeda  parameter.
      • Overriding : Terjadi ketika deklarasi method subclass persis sama dengan method dari   superclassnya.

Contoh Polymorphism - Overloading
• Class Lingkaran

Contoh Polymorphism - Overriding
• Class Sepeda

Senin, 22 Oktober 2018

METODE PERANCANGAN PROGRAM

KOHESI & KOPLING


•Cohesion dan Coupling merupakan konsep dasar dalam perancangan dan rekayasa perangkat lunak.
•Membagi software/perangkat lunak menjadi modul-modul yang kecil bukan sekedar memisahkan kumpulan kode dari kumpulan kode lainnya. Tetapi memastikan bahwa modul yang dirancang menganut prinsip "Loose Coupling, High Cohesion"

"Di antara Kohesi dan Kopling, Saya hanya akan membahas tentang Kohesi saja 👌😉"


KOHESI

Kohesi adalah keeratan hubungan elemenelemen di dalam suatu modul.

 

Macam-macam Kohesi :
  1. Functional baik/kuat
  2. Sequential
  3. Communicational
  4. Procedural
  5. Temporal
  6. Logical
  7. Coincidental

          

       "Dari ke 7 macam-macam Kohesi yang telah di sebutkan barusan, di bagian no 3 sengaja di bold. Sebelumnya Saya minta maaf terlebih dahulu 🙏 Karena Saya hanya akan menjelaskan poin tersebut sesuai tugas yang di berikan oleh Dosen Matkul METODE PERANCANGAN PROGRAM."

 

KOHESI KOMUNIKASIONAL

     Kohesi komunikasional adalah ketika bagian dari suatu modul dikelompokkan karena mereka beroperasi pada data yang sama (misalnya modul yang beroperasi pada catatan informasi yang sama). 

     Sebuah modul komunikasi yang kohesif adalah salah satu yang melakukan beberapa fungsi pada input atau output data yang sama. Misalnya, dapatkan pengarang, judul, atau harga buku dari catatan bibliografi, berdasarkan bendera yang diteruskan. (Catatan: Fungsi-fungsi dalam contoh ini dapat dilakukan secara independen satu sama lain dan harus dipisahkan untuk fleksibilitas yang lebih besar. Kemampuan pemeliharaan biasanya ditingkatkan ketika Anda memisahkan modul komunikasi secara kohesif ke dalam modul yang secara fungsional terpadu).

Untuk perbandingan dengan jenis kohesi lain, artikel yang direferensikan tampaknya benar-benar jelas.

Sebagai contoh menyatakan, penting untuk lebih memilih kohesi fungsional (atau bahkan kohesi berurutan) di atas kohesi komunikasi.

     Kohesi komunikatif jarang terjadi dalam sistem berorientasi objek karena desain berorientasi objek cenderung menekankan polimorfisme.

Ciri-ciri :
  • Kegiatan lebih dari satu
  • Menggunakan data yang sama
  • Dapat dijadikan Functional
Contoh :
Sub Proses_perhitungan
C = A + B
D = A – 1
E = A * B
F = A / B
G = A mod B